YABIS YABIS

TepCo Berusaha Stabilkan Reaktor yang Rusak di PLTN Fukushima

Pengelola PLTN Jepang yang rusak dan mengeluarkan radiasi nuklir berharap krisis itu bisa diatasi dalam enam sampai sembilan bulan mendatang.


Read more…

Jepang Perintahkan Lebih Banyak Tes Air Laut untuk Deteksi Radiasi

Pemerintah Jepang telah memerintahkan peningkatan pemeriksaan terhadap air laut dan kehidupan laut setelah mendeteksi peningkatan radiasi di perairan Pasifik dekat PLTN Fukushima Daiichi yang rusak karena tsunami.

Pemerintah setempat mengatakan, Selasa, tingkat yodium radioaktif pada contoh air laut dekat PLTN Fukushima setidaknya 80 kali di atas normal. Tapi, pejabat mengatakan kontaminasi tersebut kadarnya terlalu kecil untuk mengancam kesehatan manusia. Tes-tes terhadap contoh air laut yang lebih banyak rencananya akan dilakukan, Rabu.


Read more…

Ledakan Ketiga Terdengar dari PLTN Jepang

Ledakan Selasa pagi waktu setempat di PLTN Fukushima menyusul ledakan serupa Sabtu dan Senin kemarin.

Badan Keamanan Nuklir Jepang mengatakan ledakan terakhir ini kemungkinan telah menghancurkan sistem penahan tekanan reaktor.


Read more…

Ledakan Kedua Guncang PLTN Jepang

Ledakan kedua mengguncang sebuah PLTN di Fukushima, Jepang. PLTN ini berada di daerah yang dilanda gempa dahsyat dan tsunami pada hari Jumat.

Ledakan terdengar Senin menjelang siang, sementara para pekerja berupaya menurunkan temperatur di dalam reaktor nomor tiga PLTN Fukushima.


Read more…

Reaktor Nuklir Meledak, Pemerintah Jepang Desak untuk Tetap Tenang

Seorang juru bicara pemerintah Jepang mendesak warga setempat supaya tetap tenang setelah terjadi ledakan di satu dari dua pembangkit tenaga nuklir yang rusak akibat gempa bumi sangat kuat.

Ketua Sekretaris Kabinet Jepang Yukio Edano mengatakan pihak berwenang sedang memonitor tingkat radiasi di Fukushima, di mana asap terlihat membubung dari kompleks pembangkit tenaga nuklir tersebut. Media Jepang mengatakan tingkat radiasi lebih dari delapan kali jumlah yang normal di luar pembangkit itu.


Read more…