<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>RY FM</title>
	<atom:link href="http://radioyabis.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://radioyabis.com</link>
	<description>www.radioyabis.com</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Feb 2012 03:21:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Penerimaan Siswa Baru SD Yabis</title>
		<link>http://radioyabis.com/utama/penerimaan-siswa-baru-sd-yabis</link>
		<comments>http://radioyabis.com/utama/penerimaan-siswa-baru-sd-yabis#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 01:58:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radioyabis.com/?p=3557</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; Download PDF PSB SD Yabis]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://radioyabis.com/utama/penerimaan-siswa-baru-sd-yabis"><img class="aligncenter size-full wp-image-3558" title="Brosur PSB" src="http://radioyabis.com/wp-content/uploads/2012/02/Brosur-PSB.jpg" alt="" width="525" height="739" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://radioyabis.com/utama/penerimaan-siswa-baru-sd-yabis"><img class="aligncenter  wp-image-3560" title="VIsi &amp; Misi" src="http://radioyabis.com/wp-content/uploads/2012/02/VIsi-Misi.jpg" alt="" width="525" height="746" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://radioyabis.com/wp-content/uploads/2012/02/psb-yabis.pdf" target="_blank"><span style="font-size: medium;">Download PDF PSB SD Yabis</span></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radioyabis.com/utama/penerimaan-siswa-baru-sd-yabis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengurus IPSI Kota Bontang Dikukuhkan</title>
		<link>http://radioyabis.com/weeklyprogram/bersamamembangunbontang/pengurus-ipsi-kota-bontang-dikukuhkan</link>
		<comments>http://radioyabis.com/weeklyprogram/bersamamembangunbontang/pengurus-ipsi-kota-bontang-dikukuhkan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 03:25:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[bersamamembangunbontang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radioyabis.com/?p=3551</guid>
		<description><![CDATA[BONTANG- Judin Darwin Simanjuntak akhirnya dikukuhkan sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Kota Bontang. Pengukuhan Judin Darwin serta pengurus IPSI cabang Bontang masa bakti 2011 – 2015 ini berlangsung di Gedung Ainia Rasyifa oleh Ketua I IPSI Kaltim DR Nur Ali MBA, Minggu (15/1) kemarin pukul 09.30 Wita. Wakil Walikota (Wawali) Bontang Isro [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG- Judin Darwin Simanjuntak akhirnya dikukuhkan sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Kota Bontang. Pengukuhan Judin Darwin serta pengurus IPSI cabang Bontang masa bakti 2011 – 2015 ini berlangsung di Gedung Ainia Rasyifa oleh Ketua I IPSI Kaltim DR Nur Ali MBA, Minggu (15/1) kemarin pukul 09.30 Wita.<span id="more-3551"></span></p>
<div id="attachment_3552" class="wp-caption aligncenter" style="width: 535px"><a href="http://radioyabis.com/wp-content/uploads/2012/01/ipsi.jpg"><img class="size-full wp-image-3552" title="ipsi" src="http://radioyabis.com/wp-content/uploads/2012/01/ipsi.jpg" alt="" width="525" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">BERI SELAMAT. Wawali H Isro Umarghani (kiri) member ucapan selamat kepada pengursu IPSI Kota Bontang yang dikukuhkan kemarin.</p></div>
<p>Wakil Walikota (Wawali) Bontang Isro Umarghani dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada pengurus yang baru saja dilantik dan berharap dengan dilantiknya kepengurusan ini pembinaan dan peningkatan prestasi atlit IPSI sebagai salah satu tujuan utama pengukuhan ini dapat tercapai.”Pencak Silat sebagai sebuah  warisan budaya harus terus dilestarikan bahkan dikembangkan  agar diakui dunia. Pelajar sebagai generasi penerus bangsa perlu menjadi motor dalam melestarikan budaya bangsa yang apabila tidak dipertahankan akan terkikis oleh masuknya budaya asing terutama yang bersifat negatif. Dengan keikutsertaan generasi muda dalam olah raga pencak silat ini dan ditanamkannya rasa bangga terhadap budaya bangsa Indonesia dalam jiwa pelajar ini diharapkan dapat menjadi benteng dan filter dari godaan budaya asing yang berdampak negatif,”ungkapnya.</p>
<p>Dengan semakin berkembangnya pencak silat di Kota Taman, lanjut wawali kepengurusan yang baru saja dilantik ini dituntut untuk dapat melakukan kerjasama baik dilingkungan internal maupun external.” Untuk itu kami percaya saudara-saudara akan melaksanakan tugas  dan amanah ini dengan sebaik-baiknya serta mengembangkan olahraga pencak silat ini khususnya di Kota Bontang sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan sehingga dapat menghantarkan atlet pencak silat  ke jenjang prestasi baik ditingkat provinsi maupun tingkat nasional,”ujarnya.<br />
Wawali juga berharap dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, dapat melahirkan atlet-atlet yang berpotensi, berbudi luhur, sehat dan cerdas dalam cabang olahraga pencak silat khususnya.”Untuk itu pemerintah akan menyiapkan segala sarana dan prasarana serta manjemen yang baik guna menunjang perkembangan olahraga di Kota Bontang,”tandasnya. (hms4)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radioyabis.com/weeklyprogram/bersamamembangunbontang/pengurus-ipsi-kota-bontang-dikukuhkan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemkot Segera Atasi Listrik Wilayah Pesisir</title>
		<link>http://radioyabis.com/weeklyprogram/bersamamembangunbontang/pemkot-segera-atasi-listrik-wilayah-pesisir</link>
		<comments>http://radioyabis.com/weeklyprogram/bersamamembangunbontang/pemkot-segera-atasi-listrik-wilayah-pesisir#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 03:21:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[bersamamembangunbontang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radioyabis.com/?p=3548</guid>
		<description><![CDATA[BONTANG– Guna mewujudkan 6 program prioritas, Pemerintah Kota Bontang akan segera bekerja sama dengan PLN guna melaksanakan program lampu Super Ekstra Hemat Energi (SEHEN) untuk daerah pesisir dan daerah yang jangkauannya jauh dari jangkauan transmisi listrik PLN. Hal ini disampaikan Wali Kota Bontang H Adi Darma saat mengunjungi daerah Selangan Kelurahan Bontang Lestari Jumat (13/1) pekan lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG– Guna mewujudkan 6 program prioritas, Pemerintah Kota Bontang akan segera bekerja sama dengan PLN guna melaksanakan program lampu Super Ekstra Hemat Energi (SEHEN) untuk daerah pesisir dan daerah yang jangkauannya jauh dari jangkauan transmisi listrik PLN. Hal ini disampaikan Wali Kota Bontang H Adi Darma saat mengunjungi daerah Selangan Kelurahan Bontang Lestari Jumat (13/1) pekan lalu bersama Wawali H Isro Umarghani.<br />
Dikatakan Wali Kota Bontang bahwa program lampu SEHEN ini akan segera dilaksanakan terutama untuk didaerah pesisir dan daerah yang belum masuk jaringan listrik dari PLN. Dan salah satu keunggulan dari program lampu SEHEN ini adalah lebih praktis dan lebih murah bila dibanding kalau menggunakan lampu petromax.<span id="more-3548"></span></p>
<div id="attachment_3549" class="wp-caption aligncenter" style="width: 535px"><a href="http://radioyabis.com/wp-content/uploads/2012/01/contoh.jpg"><img class="size-full wp-image-3549" title="contoh" src="http://radioyabis.com/wp-content/uploads/2012/01/contoh.jpg" alt="" width="525" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">PERLIHATKAN CONTOH. Wali Kota Bontang H Adi Darma (kiri) bersama Wawali H Isro Umarghani memperlihatkan bola lampu untuk program hemat energi yang akan digunakan kelak di wilayah pesisir dan pulau-pulau di Bontang.</p></div>
<p>Dijelaskan pula oleh wali kota bahwa peran yang akan dilakukan Pemkot Bontang  adalah dengan memberikan subsidi awal sebesar Rp250 ribu kepada setiap rumah yang mendapatkan program lampu SEHEN dan pihak PLN akan melakukan perawatan jika terjadi kerusakan pada lampu tersebut.<br />
“Keuntungannya untuk masyarakat daerah pesisir adalah dengan lampu SEHEN ini warga hanya bayar Rp32 ribu per bulan. Kalau dibandingkan dengan menggunakan petromax, warga harus mengeluarkan dana sekitar Rp90 ribu per bulan untuk membeli minyak tanah,” kata H Adi Darma.</p>
<p>Selain pelanggan yang diuntungkan, lanjut wali kota, bank juga diuntungkan karena penggunaan lampu SEHEN itu ditransaksikan via bank karena cara warga pesisir berlangganan lampu SEHEN dengan membayar Rp250 ribu ke bank yang akan dibayarkan oleh Pemkot Bontang untuk tahap awalnya sebagai deposit dan dipotong Rp32 ribu per bulan selanjutnya tugas warga adalah membayar atau mengisi tabungan tersebut.<br />
“Saya berharap dengan adanya program lampu SEHEN ini masyarakat didaerah pesisir akan terbantu penerangannya dan kedepannya Pemkot Bontang juga berencana membantu daerah pesisir dengan memberikan satu set televisi berbasis tenaga surya yang akan diletakan di balai pertemuan,” harap Adi Darma.<br />
Sementara itu, secara teknis Wawali Bontang H Isro Umarghani menjelaskan bahwa setiap rumah akan mendapatkan 1 perangkat lampu SEHEN yang mana dalam satu perangkat terdiri dari 1 solarcell dan 3 lampu yang bisa dibawa keman saja.<br />
“Lampu SEHEN dilengkapi remote control sebagi pengatur tingkat keterangan cahaya lampu dan selain itu juga jika warga ingin melakukan pertemuan atau kumpul warga maka setiap warga bisa membawa 1 lampu ketempat pertemuan,” jelas H Isro Umarghani. (hms9)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radioyabis.com/weeklyprogram/bersamamembangunbontang/pemkot-segera-atasi-listrik-wilayah-pesisir/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat Wudhu yang diungkap oleh Ahli Kesehatan Dunia</title>
		<link>http://radioyabis.com/dailyprogram/gitaislami/manfaat-wudhu-yang-diungkap-oleh-ahli-kesehatan-dunia</link>
		<comments>http://radioyabis.com/dailyprogram/gitaislami/manfaat-wudhu-yang-diungkap-oleh-ahli-kesehatan-dunia#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 01:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[gitaislami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radioyabis.com/?p=3544</guid>
		<description><![CDATA[wudhu tampaknya sepele dan mudah dilakukan. Karena itu, banyak umat Islam yang memandangnya biasa-biasa saja. Padahal, bila wudhu dikerjakan tidak sempurna, shalatnya pun tidak akan diterima (HR Bukhari No 135 dan Muslim No 224-225). Kendati sederhana, manfaatnya sangat besar. Itulah yang dibuktikan oleh para ahli kesehatan dunia. Salah satunya adalah Prof Leopold Werner von Ehrenfels, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">wudhu tampaknya sepele dan mudah dilakukan. Karena itu, banyak umat Islam yang memandangnya biasa-biasa saja. Padahal, bila wudhu dikerjakan tidak sempurna, shalatnya pun tidak akan diterima (HR Bukhari No 135 dan Muslim No 224-225).</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Kendati sederhana, manfaatnya sangat besar. Itulah yang dibuktikan oleh para ahli kesehatan dunia. Salah satunya adalah Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater sekaligus neurolog berkebangsaan Austria. Ia menemukan sesuatu yang menakjubkan dalam wudhu karena mampu merangsang pusat syaraf dalam tubuh manusia. Karena keselarasan air dengan wudhu dan titik-titik syaraf, kondisi tubuh senantiasa akan sehat.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Dari sinilah ia akhirnya memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.<span id="more-3544"></span></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Ulama fikih juga menjelaskan hikmah wudhu sebagai bagian dari upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani. Daerah yang dibasuh dalam air wudhu-seperti tangan, daerah muka termasuk mulut, dan kaki –memang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing, termasuk kotoran. Karena itu, wajar kalau daerah itu yang harus dibasuh.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers a Sport for the Body and Soul menjelaskan, wudhu bisa mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Kemudian, apabila dibersihkan dengan air (terutama saat wudhu), bahan kimia itu akan larut. Selain itu, jelasnya, wudhu juga menyebabkan seseorang menjadi tampak lebih muda.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa munculnya penyakit kulit disebabkan oleh rendahnya kebersihan kulit. Karena itu, orang yang memiliki aktivitas padat (terutama di luar ruangan) disarankan untuk sesering mungkin membasuh atau mencuci anggota badannya yang terbuka, seperti kepala, muka, telinga, hidung, tangan, dan kaki.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Sebab, penyakit kulit umumnya sering menyerang permukaan kulit yang terbuka dan jarang dibersihkan, seperti di sela-sela jari tangan, kaki, leher, belakang telinga, dan lainnya. Karena itu, Mochtar Salem memberi saran agar anggota tubuh yang terbuka senantiasa dibasuh atau dibersihkan dengan menggunakan air.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Rasul SAW menyatakan, wajah orang yang berwudhu itu akan senantiasa bercahaya. Rasulullah akan mengenalinya nanti pada hari kiamat karena bekas wudhu. “Umatku nanti kelak pada hari kiamat bercahaya muka dan kakinya karena bekas wudhu.”</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Muhammad Kamil Abd Al-Shomad, yang mengutip sumber dari Al-I’jaz Al-Ilmiy fi Al-Islam wa Al-Sunnah AlNabawiyah, menjelaskan bahwa manfaat semua hal yang diperintahkan dalam wudhu sangatlah besar bagi tubuh manusia. Mulai dari membasuh tangan dan menyela-nyela jari, berkumur-kumur, memasukkan air ke dalam lubang hidung, membasuh muka, membasuh kedua tangan sampai siku, mengusap kepala, membasuh telinga, hingga membasuh kaki hingga mata kaki.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) dalam bukunya Lentera Hidup menuliskan keutamaan wudhu. “Sekurang-kurangnya lima kali dalam sehari-semalam setiap Muslim diperintahkan untuk berwudhu dan mengerjakan shalat. Meskipun wudhu belum lepas (batal), disunahkan pula memperbaruinya. Oleh ahli tasawuf, diterangkan pula hikmah wudhu itu. Mencuci muka artinya mencuci mata, hidung, mulut, dan lidah kalau-kalau tadinya berbuat dosa ketika melihat, berkata, dan makan.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Mencuci tangan dengan air dalam hati dirasa seakanakan membasuh tangan yang telanjur berbuat salah. Membasuh kaki dan lain-lain demikian pula. Mereka memperbuat hikmat-hikmat itu meskipun dalam hadis dan dalil tidak ditemukan.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Tujuannya adalah supaya manusia jangan membersihkan lahirnya saja, sementara batinnya masih tetap kotor. Hati yang masih tamak, loba, dan rakus, kendati sudah berwudhu, maka wudhunya lima kali seharisemalam itu berarti tidak berbekas dan tidak diterima oleh Allah SWT, dan shalatnya pun tidak akan mampu menjauhkan dirinya dari perbuatan fakhsya’ (keji) dan mungkar (dibenci).”</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Buya Hamka menambahkan, wudhu itu dapat menyehatkan badan. “Bukanlah kita hidup ini untuk mencari pujian dan bukan pula supaya kita paling atas di dalam segala hal. Meskipun itu tidak kita cari, kalau kita senantiasa menjaga kebersihan, kita akan dihormati orang juga.”</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Mencegah penyakit Bila kita mencermati dan mempelajari sejarah hidup Rasulullah SAW, seperti yang diungkapkan Muhammad Husein Haykal dalam bukunya Hayatu Muhammad, sepanjang hidupnya Rasulullah SAW tak pernah menderita penyakit, kecuali saat sakaratul maut hingga wafatnya. Hal ini menunjukkan bahwa wudhu dengan cara yang benar niscaya dapat mencegah berbagai macam penyakit.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Menurut sejumlah penelitian, berwudhu itu dapat menghilangkan berbagai macam penyakit. Misalnya, penyakit kanker, flu, pilek, asam urat, rematik, sakit kepala, telinga, pegal, linu, mata, sakit gigi, dan sebagainya.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Dalam penelitian yang dilakukan Muhammad Salim tentang manfaat wudhu untuk kesehatan, terungkap bahwa berwudhu dengan cara yang baik dan benar akan mencegah seseorang dari segala penyakit. Dalam penelitiannya itu, Muhammad Salim juga menganalisis masalah kesehatan hidung dari orang-orang yang tidak berwudhu dan yang berwudhu secara teratur selama lima kali dalam sehari untuk mendirikan shalat.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Salim mengambil zat dalam hidung pada selaput lendir dan mengamati beberapa jenis kumannya. Pekerjaan ini ia lakukan selama berbulan-bulan. Berdasarkan analisisnya, lubang hidung orang-orang yang tidak berwudhu memudar dan berminyak, terdapat kotoran dan debu pada bagian dalam hidung, serta permukaannya tampak lengket dan berwarna gelap.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Adapun orang-orang yang teratur dalam berwudhu, ungkap Salim, permukaan rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih, dan tidak berdebu. “Sesungguhnya, cara berwudhu yang baik adalah dimulai dengan membasuh tangan, berkumur-kumur, lalu mengambil air dan menghirupnya ke dalam hidung kemudian mengeluarkannya. Langkah ini hendaknya dilakukan sebanyak tiga kali secara bergantian,” kata Salim.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Dari penelitiannya ini pula, Muhammad Salim berhasil meraih gelar master dari Fakultas Kedokteran Universitas Iskandariyah, Kairo, Mesir. Jauh sebelum adanya penelitian ini, Rasul SAW pernah bersabda, “Sempurnakan wudhu, lakukan istinsyaq (memasukkan air ke hidung), kecuali jika kamu berpuasa.”</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><strong>FISIOTERAPI WUDHU</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Setiap perintah Allah SWT tentu memiliki hikmah kebaikan dibaliknya. Bayangkan bahwa wudhu adalah ritual pengkondisian seluruh aspek hidup, mulai dari psikologis &amp; fisiologis.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">5 panca indera…kok kena semua tanpa terkecuali disapu oleh air wudhu. Mata, hidung, telinga &amp; seluruh kulit tubuh. Ini betul-betul luar biasa.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Ahli syaraf/ neurologist pun telah membuktikan dengan air wudhu yang mendinginkan ujung-ujung syaraf jari-jari tangan dan jari-jari kaki berguna untuk memantapkan konsentrasi pikiran.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Anda tentu pernah mendengar akupunktur kan? Coba cari tahu dimana saja letak titik-titik sensitif yang sering digunakan dalam ilmu akupunktur? Lalu kemudian amati pola wudhu. InsyaAllah anda akan segera menemukan benang merah diantara keduanya.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Coba bayangkan…</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Pada anggota badan yang terkena perlakuan wudhu terdapat ratusan titik akupunktur yang bersifat reseptor terhadap stimulus berupa basuhan, gosokan, usapan, dan tekanan/urutan ketika melakukan wudhu. Stimulus tersebut akan dihantarkan melalui meridian ke sel, jaringan, organ dan sistim organ yang bersifat terapi. Hal ini terjadi karena adanya sistem regulasi yaitu sistem syaraf dan hormon bekerja untuk mengadakan homeostasis (keseimbangan). Titik-titik akupunktur, suatu fenomena yang menarik bila dikorelasikan dengan kayfiyat wudhu yang disyari’atkan 15 abad yang lalu.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Setelah dihitung-hitung…ternyata terdapat 493 titik reseptor pada anggota wudhu!!</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Anggota Wudhu(rukun dan sunat) JumlahTitik Akupunktur</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Wajah 84</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Tangan 95</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Kepala 64</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Telinga 125</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Kaki 125</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Jumlah 493</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Subhanallah!! Bayangkan jika kita melakukan itu setiap hari paling sedikit 5 kali sehari…</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Ternyata kita harus semakin teliti saat menjalani wudhu. Mengapa? Coba ingat-ingat saat kita membasuh telapak kaki &amp; tangan…apakah sela-sela jari sering kita abaikan? Ternyata ada fakta menarik yang tidak boleh luput :</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Satu diantaranya adalah ketika melakukan takhlil, diantara sela-sela jari tangan dan kaki terdapat masing-masing satu titik istimewa (Ba Sie pada sela-sela jari tangan &amp; Ba Peng pada sela-sela jari kaki). Jadi, keseluruhannya terdapat 16 titik akupunktur. Berdasarkan riset fakar akupunktur, titik-titik tersebut apabila dirangsang dapat menstimulir bio energi (Chi) guna membangun homeostasis. Sehingga menghasilkan efek terapi yang memiliki multi indikasi, seperti untuk mengobati migren, sakit gigi, tangan-lengan merah, bengkak, dan jari jemari kaku.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Lain lagi tentang telinga…ternyata ada 30 hadist yang mendukung ini. BTW, saya pernah coba sebuah produk akupunktur yang menggunakan tenaga listrik. Lucu juga, karena alat ini disimpan di daun telinga. Dan ketika dialiri listrik rasanya seperti telinga ditusuk-tusuk. Saya semakin paham bahwa daun telinga, selain sebagai aksesoris, ternyata terkandung banyak sekali titik reseptor syaraf.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Makanya, saat menyapu telinga itu jangan cuma membasuh saja, tapi harus dengan pijatan juga. Ini namanya aurikulopressure alias pijat akupunktur telinga.</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Subhanallah…luar biasa ternyata kandungan rahasia wudhu…</span></span></p>
<p><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Kalau anda ingin tahu lebih jelas mengapa wudhu kok bisa punya fungsi fisioterapi, anda perlu kupas lebih dalam buku Jilid 4 : Kemukjizatan Psikoterapi Islam. Oke, semoga informasi ini bisa meningkatkan pemahaman kita apa arti dari sebuah wudhu.</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radioyabis.com/dailyprogram/gitaislami/manfaat-wudhu-yang-diungkap-oleh-ahli-kesehatan-dunia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JEMPUT MENTERI</title>
		<link>http://radioyabis.com/weeklyprogram/bersamamembangunbontang/jemput-menteri</link>
		<comments>http://radioyabis.com/weeklyprogram/bersamamembangunbontang/jemput-menteri#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 01:46:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[bersamamembangunbontang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radioyabis.com/?p=3540</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3541" class="wp-caption aligncenter" style="width: 535px"><a href="http://radioyabis.com/wp-content/uploads/2012/01/jemput.jpg"><img class="size-full wp-image-3541" title="jemput" src="http://radioyabis.com/wp-content/uploads/2012/01/jemput.jpg" alt="" width="525" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">JEMPUT MENTERI. Kedatangan Menteri BUMN Dahlan Iskan di Kota Bontang kemarin disambut Wali Kota Bontang di Bandara Udara PT Badak NGL. Tampak Wali Kota Bontang H Adi Darma (kanan) bersama Dahlan Iskan sesaat setelah tiba di Kota Taman. (hms)</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radioyabis.com/weeklyprogram/bersamamembangunbontang/jemput-menteri/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelompok Tani Lestari Indah Syukuran</title>
		<link>http://radioyabis.com/weeklyprogram/bersamamembangunbontang/kelompok-tani-lestari-indah-syukuran</link>
		<comments>http://radioyabis.com/weeklyprogram/bersamamembangunbontang/kelompok-tani-lestari-indah-syukuran#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 01:44:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[bersamamembangunbontang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radioyabis.com/?p=3537</guid>
		<description><![CDATA[BONTANG– Sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, kota yang dijuluki sebagai Kota Taman ini kedepan akan terus menfokuskan peksanaan pelestarian lingkungan termasuk hutan mangrove di pesisir Kota Bontang. Bukti keseriusan untuk merehabilitasi kerusakan mangrove ini, Kelompok Tani Lestari Indah bahkan telah menyiapkan sedikitnya 115 ribu bibit pohon mangrove yang kini siap tanam. Penyuluh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG– Sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, kota yang dijuluki sebagai Kota Taman ini kedepan akan terus menfokuskan peksanaan pelestarian lingkungan termasuk hutan mangrove di pesisir Kota Bontang. Bukti keseriusan untuk merehabilitasi kerusakan mangrove ini, Kelompok Tani Lestari Indah bahkan telah menyiapkan sedikitnya 115 ribu bibit pohon mangrove yang kini siap tanam.</p>
<p>Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) Bontang Rasyid Syarif saat ditemui media ini di lokasi persemaian pembibitan Kelompok Tani Lestari Indah di Jalan Cumi-cumi Kelurahan Tanjung Laut Indah Rabu (11/1) membenarkan jika sekitar 115 ribu bibit mangrove yang ada sekarang sebagian besar sudah bisa ditanam.<span id="more-3537"></span></p>
<div id="attachment_3538" class="wp-caption aligncenter" style="width: 535px"><a href="http://radioyabis.com/wp-content/uploads/2012/01/tanilestari.jpg"><img class="size-full wp-image-3538" title="tanilestari" src="http://radioyabis.com/wp-content/uploads/2012/01/tanilestari.jpg" alt="" width="525" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">PEDULI LINGKUNGAN. Kelompok Tani Lestari Indah foto bersama di lokasi pembibitan mangrove di Tanjung Laut Indah kemarin.</p></div>
<p>“Kalau bibit mangrove yang ada di Persemaian Pembibitan Kelompok Tani Lestari Indah sekarang jumlahnya sekitar 115 ribu yang terdiri dari berbagai jenis seperti bruguiera, risopora dan sonetaria. Adapun yang sudah tertanam di beberapa kawasan di Kelurahan Tanjung Laut Indah sebanyak 100 ribu pohon. PT PKT juga sudah pernah datang membeli sebanyak 375 ribu pohon dan Pemerintah Kutim sebanyak 12 ribu pohon,” terang Rasyid.</p>
<p>Guna menyamakan persepsi dan pandangan, Kelompok Tani Lestari Indah kemarin juga mengundang beberapa pejabat Pemkot Bontang seperti, Dinas Perikanan, Kelautan dan Pertanian Kota Bontang, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bontang, Bagian Pemerintahan serta manajemen PT Badak NGL yang selama ini banyak membantu sekaligus menjadi pembina Kelompok Tani Lestari Indah.</p>
<p>“Pertemuan kita saat ini selain syukuran dan silaturrahmi antara kelompok tani dengan Pemkot Bontang serta manajemen PT Badak NGL, kita juga berharap ada kesepahaman pandangan tentang upaya bersama dalam mengatasi permasalahan kerusakan mangrove di pesisir Kota Bontang sekaligus untuk menentukan titik-titik penanaman berikutnya,” jelas Rasyid Syarif. (hms1)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radioyabis.com/weeklyprogram/bersamamembangunbontang/kelompok-tani-lestari-indah-syukuran/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BSKM Berbagi Informasi ke Masyarakat</title>
		<link>http://radioyabis.com/weeklyprogram/bersamamembangunbontang/bskm-berbagi-informasi-ke-masyarakat</link>
		<comments>http://radioyabis.com/weeklyprogram/bersamamembangunbontang/bskm-berbagi-informasi-ke-masyarakat#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 01:39:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[bersamamembangunbontang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radioyabis.com/?p=3531</guid>
		<description><![CDATA[BONTANG – Setelah diresmikan oleh Wali Kota Bontang Adi Darma beberapa waktu lalu, kini Bank Sampah Kelola Mandiri (BSKM) yang berlokasi di Jalan Cumi-cumi RT 01 Kelurahan Tanjung Laut Indah Kecamatan Bontang Selatan tersebut banyak dikunjungi oleh masyarakat. Kunjungan yang dilakukan oleh masyarakat karena keingin tahuan masyarakat serta melihat  secara langsung tentang system dan tata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Setelah diresmikan oleh Wali Kota Bontang Adi Darma beberapa waktu lalu, kini Bank Sampah Kelola Mandiri (BSKM) yang berlokasi di Jalan Cumi-cumi RT 01 Kelurahan Tanjung Laut Indah Kecamatan Bontang Selatan tersebut banyak dikunjungi oleh masyarakat.</p>
<p>Kunjungan yang dilakukan oleh masyarakat karena keingin tahuan masyarakat serta melihat  secara langsung tentang system dan tata cara pengelolaan Bank Sampah yang kini memiliki kurang lebih 382 anggota nasabah.<span id="more-3531"></span></p>
<div id="attachment_3532" class="wp-caption aligncenter" style="width: 535px"><a href="http://radioyabis.com/wp-content/uploads/2012/01/bskm.jpg"><img class="size-full wp-image-3532" title="bskm" src="http://radioyabis.com/wp-content/uploads/2012/01/bskm.jpg" alt="" width="525" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">KREATIF. Sejumlah ibu-ibu memanfaatkan bekas kemasan produk menjadi bahan menarik seperti pot bunga, tempat tisu dan lain-lain di Bank Sampah Pembina Tanjung Laut Indah.</p></div>
<p>Menurut Direktur BSKM Hamsah, BSKM Bontang sebagai Bank Sampah Pembina memiliki peran yang sangat penting dalam penyebar luasan informasi kepada masyarakat luas bahwa sampah dapat diolah kembali dan dapat mendatangkan berkah tersendiri</p>
<p>“Hari ini (kemarin .red).ibu – ibu dari daerah Tanjung Limau berkumpul sambil belajar tentang cara membuat kerajinan tangan yang menggunakan bahan dasar dari sampah, seperti dari kertas Koran dan plastic kemasan detergen dan lain sebagainya,” ujar Hamzah.</p>
<p>Selain itu juga dijelaskan bahwa dengan senang hati BSKM Bontang membuka diri kepada siapa saja yang ingin melakukan study banding tentang pengelolaan Bank Sampah maka pengurus BSKM dengan senang hati memberikan informasi sedetil –detilnya.</p>
<p>Dijelaskan pula oleh Hamsah hampir setiap hari ada saja masyarakat yang datang ke BSKM baik dari kalangan pelajar dan  ibu rumah tangga yang hanya ingin melihat – lihat bahkan sampai ingin menjadi anggota nasabah BSKM.</p>
<p>”Saat ini kurang lebih 382 orang tercatat sebagai nasabah, dengan perputaran uang perbulan atau omzet yang didapat mencapai 2 juta rupiah. Sedangkan untuk sampah kemasan saat ini telah mencapai 600 kg dan telah berdiri 8 unit bank sampah yang tersebar di 6 kelurahan,” terang pegiat lingkungan ini. (hms9)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radioyabis.com/weeklyprogram/bersamamembangunbontang/bskm-berbagi-informasi-ke-masyarakat/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berlebih-lebihan Terhadap Kuburan Orang-orang Shalih</title>
		<link>http://radioyabis.com/dailyprogram/gitaislami/berlebih-lebihan-terhadap-kuburan-orang-orang-shalih</link>
		<comments>http://radioyabis.com/dailyprogram/gitaislami/berlebih-lebihan-terhadap-kuburan-orang-orang-shalih#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 02:22:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[gitaislami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radioyabis.com/?p=3527</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla  Rabb semesta alam. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah melainkan Allah ‘Azza wa Jalla semata. Tiada sekutu baginya. Dan aku bersaksi bahwa MuhammadShallAllahu ‘alaihi wa Sallam adalah hamba dan Rasul-Nya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah berkata, “Sebaik-sebaik ibadah adalah ibadah yang sesuai petunjuk Nabi ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam dan para shabatnya.” Sebagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Segala puji hanya milik Allah </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>‘Azza wa Jalla</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">  Rabb semesta alam.<br />
Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah melainkan </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>Allah ‘Azza wa Jalla</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> semata. Tiada sekutu baginya.<br />
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad</span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> adalah hamba dan Rasul-Nya.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah berkata, “Sebaik-sebaik ibadah adalah ibadah yang sesuai petunjuk Nabi </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> dan para shabatnya.” Sebagaimana Nabi</span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> pernah menyampaikan, ‘Sebaik-baik perkataan adalah</span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>kalamulloh</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">. Sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan (dalam agama), setiap yang dia-adakan (dalam agama) adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka.’<span id="more-3527"></span></span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Salah satu sebab yang membuat seseorang menjadi kufur adalah sikap </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ghuluw</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> dalam beragama, baik kepada orang shalih atau dianggap wali, maupun ghuluw kepada kuburan para wali, hingga mereka minta dan berdo’a kepadanya padahal ini adalah perbuatan syirik akbar.[1]</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Syirik Akbar adalah memalingkan ibadah untuk selain Allah, seperti doa kepada selain Allah, dan meminta bantuan kepada orang-orang yang telah mati, atau meminta kepada orang yang hidup akan tetapi tidak hadir dihadapan kita.[2]</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Dosa syirik akbar ini tidak akan diampuni oleh Allah. Dan amal shalih apapun tidak akan diterima jika disertai dengan syirik akbar ini. Allah </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>‘Azza wa Jalla</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> berfirman yang artinya,</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang lebih rendah derajatnya dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (QS. An Nisaa’: 116)[3]</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Ketahuilah wahai saudaraku –semoga Allah merahmati Anda-, </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>Ghuluw</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">[4] adalah Sikap atau perbuatan yang berlebih-lebihan di dalam perkara agama sehingga melampaui apa yang telah ditetapkan melalui batasan syari’at baik bentuknya keyakinan atau perbuatan.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya,</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Katakanlah: ‘Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara yang tidak benar di dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang terdahulu yang telah sesat (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. al-Maidah: 77)</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Sesungguhnya agama ini telah lengkap dan tidak perlu kepada penambahan atau pengurangan. Allah </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>Subhanahu wa Ta’ala</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> berfirman, yang artinya,</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agama-mu, dan telah aku cukupkan kepada kamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam itu menjadi agama bagimu.” (QS. al-Ma’idah: 3)</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><strong>Berlebih-lebihan Dalam Mengagungkan Orang-orang Shalih menjadi Penyebab Manusia Kufur dan Meninggalkan Agamanya</strong></span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Disebutkan dalam riwayat yang shahih, bahwa shahabat Ibnu Abbas </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>radhiyAllahu ‘anhu</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">menafsirkan firman Allah </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>Ta’ala</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">,</span></span></span></p>
<p><span style="font-family: DejaVu Sans;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS;"><span style="font-size: medium;">وقالوا لا تذرن آلهتكم ولا تذرن ودا ولا سواعا ولا يغوث ويعوق ونسرا</span></span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"> “<span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Dan mereka (kaum Nabi Nuh) berkata, ’Janganlah sekali-kali kalian meninggalkan (peribadahan kepada) Tuhan-tuhan kalian, dan janganlah sekali-kali kalian meninggalkan (peribadahan kepada) Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr.’” (QS. Nuh: 23)</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Ibnu Abbas </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>radhiyAllahu ‘anhu</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> berkata, “Ini adalah nama-nama orang shalih dari kaum Nabi Nuh. Dikala mereka meninggal, setan membisikkan kepada generasi penerus mereka, “Pancangkanlah patung-patung di tempat-tempat mereka berkumpul, dan namailah patung-patung tersebut dengan nama-nama mereka. Maka merekapun menuruti bisikan tersebut. Awal mulanya, patung tersebut tidak disembah. Akan tetapi ketika mereka (orang-orang yang membuat patung tersebut) telah meninggal, dan ilmu agama telah dilalaikan orang, maka patung tersebut mulai disembah.” [5]</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Demikianlah makar setan terhadap mereka dengan menghembuskan api perselisihan di antara mereka sehingga mereka meninggalkan ajaran rasul, memperdayakan mereka sehingga mengagungkan orang-orang yang sudah mati dan bermukim di kuburan-kuburan mereka. Kemudian setan memperdaya mereka sehingga membuat gambar dan patung orang-orang yang sudah mati itu. Dan akhirnya mereka menyembah patung-patung tersebut.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Orang-orang musyrik di kalangan kaum Nuh adalah kaum yang pertama kali melakukan kemusyrikan. Bentuk kemusyrikan yang pertama kali mereka lakukan adalah pengagungan terhadap orang-orang mati, dan itulah syirik ardhi, syirik yang pertama kali terjadi di bumi ini. Tatkala manusia telah menyembah berhala, menyembah thaghut dan terjerumus dalam kesesatan dan kekufuran, maka Allah </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>‘Azza wa Jalla</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> mengutus Rasul pertama kepada penduduk bumi sebagai rahmat-Nya kepada mereka, rasul itu adalah Nuh </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>‘alaihis salam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> bin Yardah bin Mahil bin Qainan bin Anusy bin Syits bin Adam </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>‘alaihis salam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Ibnul Qayyim berkata, “Banyak ulama salaf yang menuturkan, ‘Ketika orang-orang (yang disebut pada ayat tersebut) telah meninggal, orang-orang setelah mereka beri’tikaf  (berdiam diri dengan tujuan beribadah) di atas kuburan mereka. Selanjutnya mereka membuat patung-patung mereka. Dan setelah masa berlalu lama, generasi penerus mereka mulai beribadah kepada patung tersebut.”[6]<br />
Berlebih-lebihan terhadap orang-orang shalih dan para nabi dengan memberikan salah satu bentuk beribadatan kepada mereka yang merupakan bagian dari sifat uluhiyah, atau menjadikan mereka satu bentuk persembahan dan penghambaan adalah merupakan bentuk kesyirikan yang mengeluarkan seseorang dari keislamannya. Sebab, sifat uluhiyah itu secara keseluruhan hanya menjadi milik Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Uluhiyah ini tidak patut diberikan kepada siapapun juga, kecuali hanya kepada-Nya.[7]</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: DejaVu Sans;"><span style="font-family: Arial Unicode MS;"><span style="font-size: medium;">عَنْ عُبَيْدِاللهِ بْنِ عَبْدِاللهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ سَمِعَ عُمَرَ رَضِي اللهُ عَنْهُمْ يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لاَ تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُولُوا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ ”</span></span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Dari ‘Ubaidillah bin Abdillah dari Ibnu ‘Abbas, ia mendengar ‘Umar </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>radhiyAllahu ‘anhu</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">berkata di atas mimbar : Aku mendengar Rasulullah </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> bersabda, “</span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><strong>Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku seperti orang-orang Nasrani berlebih-lebihan dalam memuji putra Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba Allah, maka katakanlah ‘Abdullah (hamba Allah) dan Rasul-Nya</strong></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">” (HR. Al-Bukhari)</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Dari hadits ini beliau </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> melarang umatnya dari berlebih-lebihan dalam pujian, sebagaimana umat nashrani telah melampaui batas ketika memuji Isa bin Maryam. Perbuatan mereka ini telah menjerumuskan mereka kepada jurang kekafiran dan kesyirikan kepada </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>Allah ‘Azza wa Jalla</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">. Mereka telah mengklaim bahwa Isa bin Maryam sebagai anak Allah</span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em> ‘Azza wa Jalla</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">. Karena itu, beliau </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">bersabda, “Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah : hamba Allah dan rasul-Nya.”</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Dan Rasululloh ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda,</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: DejaVu Sans;"><span style="font-family: Arial Unicode MS;"><span style="font-size: medium;">إياكم والغلو، فإنما أهلك من كان قبلكم الغلو”</span></span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Waspadalah dari kalian sikap berlebih-lebihan, karena sesungguhnya sikap berlebih-lebihan itulah yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu majah dari Ibnu Abbas </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>radhiyAllahu ‘anhu</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">).</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Imam Muslim juga meriwayatkan dari shahabat Ibnu Mas’ud bahwa Rasululloh </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> bersabda,</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: DejaVu Sans;"><span style="font-family: Arial Unicode MS;"><span style="font-size: medium;">هلك المتنطعون ” قالها ثلاثا</span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Binasalah orang-orang yang berlebih-lebihan” (Beliau mengulangi sabdanya ini sebanyak tiga kali).</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Ketahuilah wahai Saudaraku seiman, -semoga Allah senantiasa memberi rahmat kepada anda- dari hadits-hadits di atas Rasululloh </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">  telah melarang kita dari segala macam perbuatan melampaui batas. Perbuatan melampaui batas adalah sumber dari semua kejelekan, dan sikap bersahaja (tidak berlebihan dan tidak meremehkan) dalam setiap urusan adalah sumber bagi segala keberhasilan dan kebaikan.  </span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><strong>Larangan Keras Beribadah Kepada Allah Di Atas Atau Sisi Kuburan Orang-orang Shalih</strong></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">.[8]</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Diriwayatkan pada hadits shahih, dari istri Rasululloh </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> ‘Aisyah</span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>radhiyAllahu ‘anha</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">  bahwa Ummu Salamah mengisahkan kepada Rasululloh  </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> tentang suatu gereja, yang pernah ia lihat di negeri Habasyah (Ethiopia), beserta gambar-gambar yang terpampang di dalamnya. Mendengar kisah istrinya ini, Nabi </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> bersabda,</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: DejaVu Sans;"><span style="font-family: Arial Unicode MS;"><span style="font-size: medium;">أولئك إذا مات فيهم الرجل الصالح، أو العبد الصالح بنوا على قبره مسجدا، وصوروا فيه تلك الصور، أولئك شرار الخلق عند الله</span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">.”</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">”<span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Mereka itu, apabila ada orang yang shalih atau hamba yang shalih meninggal, mereka membangun di atas kuburannya sebuah masjid (tempat ibadah), dan mereka membuat di dalamnya patung-patung, dan merekalah sejelek-jelek makhluk di sisi Allah”.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Mereka telah menggabungkan dua sumber kesesatan : </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><strong>membangun masjid di kuburan dan membuat patung-patung.<br />
</strong></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><br />
Pada hadits tersebut kata “masjid” adalah sebutan bagi setiap tempat yang dijadikan untuk beribadah kepada Allah </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>‘Azza wa Jalla</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">. Dengan demikian, hadits ini menunjukkan bahwa gereja-gereja mereka dibangun di atas kuburan orang-orang shalih. Di dalamnya atau di atas kuburan itulah mereka menggantungkan gambar orang shalih tersebut. Mereka melakukan itu guna membangkitkan kesadaran masyarakat untuk beribadah kepada Allah, melalui pengagungan orang shalih dan kuburannya.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Nabi menanggapi kisah Ummi Salamah dengan bersabda, </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>“Mereka itu sejelek-jelek makhluk di sisi Allah”</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">. Yang beliau maksudkan ialah para pengagung orang shalih yang membangun masjid di atas kuburan. Pada hadits ini tidak ada pernyataan bahwa mereka beribadah kepada orang shalih tersebut. Mereka hanya mengagungkan kuburan tersebut, dan membuat gambar atau patung mereka. Akan tetapi perhatikanlah bahwa sesungguhnya Rasululloh </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> telah mencela perbuatan mereka karena mereka telah menggabungkan dua sumber kesesatan : </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><strong>membangun masjid di kuburan dan patung-patung</strong></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">. Kedua hal ini merupakan penyebab terjadinya syirik akbar. Dapat kita pahami bahwa hadits ini adalah peringatan dan sekaligus larangan bagi umat ini dari membangun masjid di atas kuburan seseorang.</p>
<p>Amalan yang beliau </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> tegur dengan keras adalah mendatangi kuburan orang shalih, guna beribadah kepada Allah di sana. Biasanya orang yang melakukan ini mengharap mendapatkan keberkahan di  tempat tersebut. Orang awam seringkali melakukan amalan ini. Mereka meyakini bahwa tanah sekitar kuburan orang shalih memiliki keberkahan, sehingga amal ibadah di sana berbeda dengan amal ibadah di tempat lain.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Terlebih lagi orang yang beribadah kepada kuburan”. Maksudnya beribadah kepada kuburan atau penghuni kuburan tersebut. Para penyembah kuburan, kadangkala menunjukkan ibadahnya kepada kuburan, dan kadangkala menunjukkannya kepada penghuni kuburan. Dan pada beberapa kesempatan, sebagian mereka menunjukkan ibadahnya kepada tempat di sekitar kuburan. Betapa banyak bangunan, soko (tiang) dan pagar kuburan para wali telah dijadikan sebagai tempat tujuan berziarah dan ngalap berkah.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Dengan ritual itu, mereka telah menjadikan pagar besi dan dinding kuburan sebagai sesembahan. Bahkan mereka meyakini bila mengusapnya akan mendapatkan keberkahan. Tidak jarang dari mereka yang menjadikannya sebagai parantara/ wasilah doa mereka kepada Allah </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>‘Azza wa Jalla</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">. Mereka beri’tikaf dan menjalankan berbagai ritual ibadah di sana. Sebagaimana mereka juga menggantungkan harapan dan rasa takutnya kepada kuburan-kuburan tersebut.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Imam  Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan dari Aisyah </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>radhiyAllahu ‘anha  pula</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">, ia menuturkan bahwa ketika Rasululloh </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> sedang didatangi (oleh Malaikat Maut), beliau menutup wajahnya dengan sehelai baju. Dan tatkala merasakan sesak, beliau membukanya, -dalam keadaan demikian itu- beliau bersabda,</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: DejaVu Sans;"><span style="font-family: Arial Unicode MS;"><span style="font-size: medium;">لعنة الله على اليهود والنصارى، اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد”</span></span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Semoga Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nashrani, mereka telah menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid (tempat peribadatan).”</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Imam Muslim meriwayatkan dari shahabat Jundub bin ‘Abdullah, dimana ia menuturkan : “Aku pernah mendengar Rasululloh </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> bersabda lima hari sebelum beliau meninggal dunia,</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: DejaVu Sans;"><span style="font-family: Arial Unicode MS;"><span style="font-size: medium;">إني أبرأ إلى الله أن يكون لي منكم خليلا، فإن الله قد اتخذني خليلا كما اتخذ إبراهيم خليلا، ولو كنت متخذا من أمتي خليلا لاتخذت أبا بكر خليلا، ألا وإن من كان قبلكم كانوا يتخذون قبور أنبيائهم مساجد، ألا فلا تتخذوا القبور مساجد فإني أنهاكم عن ذلك”</span></span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Sungguh, Aku berlepas diri atas nama Allah untuk memiliki seorang khalil (kekasih yang sangat dekat) dari kalian, karena sesungguhnya Allah </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>Subhanahu wa Ta’ala</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> telah menjadikan aku sebagai khalil-Nya, sebagaimana Ia telah menjadikan Ibrahim sebagai khalil-Nya. Seandainya aku boleh mengambil seorang khalil dari umatku, maka aku akan jadikan </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><strong>Abu Bakar sebagai khalil-ku</strong></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">. Dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya umat-umat sebelum kalian telah menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai tempat ibadah, dan ingatlah, janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai tempat beribadah, karena aku benar-benar melarang kalian dari perbuatan itu”.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Rasululloh </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> di akhir hayatnya -sebagaimana dalam hadits Jundub- telah melarang umatnya untuk tidak menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah. Kemudian ketika dalam keadaan hendak diambil nyawanya –sebagaimana dalam hadits Aisyah- beliau melaknat orang yang melakukan perbuatan itu, dan sholat di sisinya termasuk pula dalam pengertian menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, walaupun tidak dijadikan bangunan masjid, dan inilah maksud dari kata-kata Aisyah</span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>radhiyAllahu‘anha</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">.:“… dikhawatirkan akan dijadikan sebagai tempat ibadah.”</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Dan para sahabat pun belum pernah membangun masjid (tempat ibadah) di sekitar kuburan beliau, karena setiap tempat yang digunakan untuk sholat berarti telah dijadikan sebagai masjid, bahkan setiap tempat yang dipergunakan untuk sholat disebut masjid, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasul </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">,</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: DejaVu Sans;"><span style="font-family: Arial Unicode MS;"><span style="font-size: medium;">جعلت لي الأرض مسجدا وطهورا”</span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Telah dijadikan bumi ini untukku sebagai masjid dan suci”.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Dan Imam Ahmad meriwayatkan hadits marfu’ dengan sanad yang jayyid (bagus), dari Ibnu Mas’ud</span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em> radhiyAllahu‘anhu</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">, bahwa Nabi Muhammad </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu’alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">bersabda,</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: DejaVu Sans;"><span style="font-family: Arial Unicode MS;"><span style="font-size: medium;">إن من شرار الناس من تدركهم الساعة وهم أحياء، والذين يتخذون القبور مساجد”</span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Sesungguhnya, termasuk sejelek-jelek manusia adalah orang yang masih hidup saat hari kiamat tiba, dan orang yang menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah (masjid)” (HR. Abu Hatim dalam kitab shohihnya).</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><strong>Ghuluw Terhadap Orang Shalih Merupakan Akar Kesyirikan Dari Masa Ke Masa Hingga  Melanda Indonesia[9]</strong></span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Salah satu penyakit akidah yang menjangkiti Ummat Islam di Indonesia adalah kegemarannya mengagungkan kuburan nenek moyang dan sosok yang dianggap shalih, untuk dijadikan perantara meminta berkah, kesehatan, minta anak, jodoh, jabatan, dan berbagai hajat lainnya.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Kenyataan adanya kepercayaan yang salah bahkan merusak aqidah Islam, contohnya keberadaan makam Walisongo tidak lepas dari mitos, seperti jika orang punya tujuan tertentu berziarah ke makam Walisongo maka doa-doanya akan dikabulkan.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Banyaknya makam yang dikeramatkan di berbagai tempat itu menjadikan keprihatinan para ulama yang masih punya kepedulian dan menyayangi Ummat Islam agar tidak terjerumus ke dalam kesesatan yang nyata.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Seorang Syaikh dari Timur Tengah yang berceramah di Radio Rodja Cilengsi Bogor diterjemahkan Ustadz Zaenal Abidin bin Syamsuddin, Selasa 05 Oktober 2010 tentang pentingnya Tauhid menyebutkan, di dunia Islam ada 20.000 kuburan yang dikeramatkan, yang dapat mengakibatkan pelakunya melakukan kemusyrikan yang mengeluarkan dari Islam.<br />
Kalau pun tidak sampai terjerumus ke dalam kubangan kemusyrikan, masalah yang berkaitan dengan kuburan ini menimbulkan pula amaliah yang belum tentu sesuai dengan syari’at. Termasuk, sekedar membaca Al-Qur’an di kuburan. Membaca Al-Qur’an di kuburan merupakan amalan yang tidak ada tuntunannya, namun oleh mereka diyakini sebagai amal baik yang layak dilakukan saat melakukan ziarah kubur.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Penyimpangan yang jauh dari Islam itu lebih jauh lagi ketika tujuan orang-orang yang berziarah kubur pun mengikuti penuturan para juru kunci, untuk meminta apa-apa yang dihajatkan. Bahkan ada juru kunci yang mencatat hajat masing-masing peziarah untuk dijadikan apa yang mereka sebut pengantar dalam doa (meminta kepada mayat). Hingga kuburan-kuburan itupun dianggap ada fak-fak atau jurusan-jurusan masing-masing. Yang mau lancar rezekinya maka juru kunci menunjuki ke kuburan wali Fulan A. Yang ingin naik jabatan maka ke kuburan wali Fulan B, dan lain-lain. Betapa jauhnya hal itu dari apa yang diucapkan setiap shalat, membaca al-fatihah:</span></span></span></p>
<p><span style="font-family: DejaVu Sans;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS;"><span style="font-size: medium;">إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ</span></span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” (QS Al-Fatihah: 5).</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Larangan berdoa kepada selain Allah pun telah ditegaskan dalam Al-Qur’an:</span></span></span></p>
<p><span style="font-family: DejaVu Sans;"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS;"><span style="font-size: medium;">وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">(106) </span></span><span style="font-family: DejaVu Sans;"><span style="font-family: Arial Unicode MS;"><span style="font-size: medium;">وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">[</span></span><span style="font-family: DejaVu Sans;"><span style="font-family: Arial Unicode MS;"><span style="font-size: medium;">يونس</span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">/106-107]</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"> “<span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang zhalim.(106) Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karuniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Yunus : 106-107).</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Berdoa adalah ibadah[10], maka orang yang berdoa memohon kepada selain Allah (seperti kepada isi kubur, roh, orang yang dipatungkan dan sebagainya) berarti adalah menyembahnya. Maka Syaikh As-Syinqithi dalam Tafsir Adhwaaul Bayan menggolongkan lafadz zhalim dalam QS Yunus : 106 (jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim) itu artinya adalah kafir. Sebagaimana dalam QS Al Baqarah : 254 dan QS Luqman : 13.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Kenyataan jauhnya praktek penyimpangan di kalangan Ummat Islam, tampaknya semakin menjadi-jadi, sedangkan secara jumlah pun semakin berkembang subur. Perlu kita tengok, gejala buruk ini mesti ada pemicunya, bahkan mungkin ada penggeraknya. Kita tengok ke-sepuluh tahun yang lalu, bagaimana keadaan yang menggiring ke arah carut marutnya pemahaman dan pengamalan Ummat Islam terhadap agamanya. Sebagai gambaran singkat, mari kita simak kutipan berikut ini:</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Dalam kata pengantar buku (Hartono Ahmad Jaiz) berjudul Tasawuf, Pluralisme, dan Pemurtadan terbitan Pustaka Al-Kautsar 2001 di antaranya ditulis:</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Perlu diingat, kalimah syahadat pun diacak-acak Nurcholish Madjid dengan cara menerjemahkannya menjadi Tiada tuhan (t kecil) selain Tuhan (T besar). Sedang lafal Assalamu’alaikum diinginkan Gus Dur untuk diganti dengan selamat pagi. Kuburan pun diberi istilah “keramat” entah oleh siapa, yang kandungannya rawan syirik. Lalu Gus Dur menghidupkan Sunnah Sayyi’ah (jalan keburukan) tentang pengeramatan itu dengan menghadiri kuburan Joko Tingkir di Lamongan Jawa Timur yang tak banyak dikenal orang, akibatnya praktek rawan kemusyrikan itu marak kembali sejak Juli 1999. (Tulisan ini bukan berarti anti ziarah kubur, namun dalam hal ini jelas kaitannya dengan pengeramatan kuburan yang jelas mengandung kerawanan syirik). Sementara itu pihak Nasrani lewat Nehemia-nya mengacak-acak Islam dengan menyebarkan lembaran-lembaran yang disebut “Dakwah Ukhuwah” padahal isinya memutar balikkan ayat-ayat Al-Quran dan Al-Hadits.” (Kata Pengantar buku Hartono Ahmad Jaiz, berjudul Tasawuf, Pluralisme, dan Pemurtadan terbitan Pustaka Al-Kautsar 2001).</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Wahai saudaraku –semoga Allah merahmati Anda-, dari keadaan ditulisnya peristiwa itu hingga kini jaraknya hanya dalam masa sepuluhan tahun, tetapi ternyata perusakan agama itu sudah sedemikan dahsyat dampaknya. Di antaranya:</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">1. Pluralisme agama yang bahasa Islamnya adalah kemusyrikan baru (namun karena istilahnya tidak diambil dari istilah Islam maka Ummat Islam tidak faham) sudah merambah ke mana-mana. Sampai-sampai diselenggarakan perayaan lintas agama di Senayan Jakarta, Ahad 06 Februari 2011, bahkan tokoh utamanya adalah ketua umum Muhammadiyah Din Syamsuddin dan direncanakan akan didatangkan 10.000-an orang dari berbagai agama. Acara itu disertai pula doa bersama antar agama, yang tentu saja hal itu sama sekali tidak sesuai dengan Islam. Sebagaimana telah berlangsung acara yang mengagetkan, apa yang disebut haul memperingati kematian Gus Dur tahun pertama Desember 2010 </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><strong>diadakan doa bersama antar agama dan tahlilan serta yasinan di gereja</strong></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> di Jombang. Itu di samping acara lainnya, haul Gus Dur</span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><strong> disertai tahlilan dengan diadakan pula arak-arakan barongsai dari keyakinan Konghucu Cina</strong></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">. (</span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>innalillahi wainnailaihi raaji’uun</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> -red)</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">2. Kubur-kubur yang dikeramatkan pun semakin mengkristalkan sikap mengagungkan yang luar biasa, hingga satu kuburan keramat di Tanjung Priok Jakarta (kuburan Mbah Priok) mampu mengerahkan pembela-pembelanya sampai ribuan orang dan ada yang masih dibawah umur (atau anak-anak). Bahkan memperjuangkan entitasnya seolah seperti berjihad dalam agama, ketika membela kuburan yang mereka anggap keramat. (lihat buku Pendangkalan Akidah Berkedok Ziarah di Balik Kasus Kuburan Keramat Mbah Priok).</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Demikianlah di antara fenomena </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ghuluw</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> terhadap kuburan orang sholeh, bahkan seiring berjalannya waktu, </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ghuluw</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> tersebut tidak hanya ditujukan kepada orang-orang yang benar-benar sholeh, akan tetapi dapat kita saksikan yang ada di sekitar kita yaitu di Indonesia bahwasannya orang-orang yang dianggap sholeh itu semasa hidupnya juga dekat dengan kesyirikan dan berbagai penyimpangan. Wallahu a’lam.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Sungguh sesuai jika di sini dinukilkan sedikit dari sya’ir al-‘Allamah Sulaiman bin Sahman</span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>rohimahullohu</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">, dia mengungkapkan :</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Millah Ibrahim telah ditinggalkan, tidak ada berbekas sama sekali dan ia pun tidak memiliki lagi tanda-tanda.<br />
Agama itu telah sirna di hadapan kita. Bagaimana tidak? Sungguh, bagaikan debu diterpa angin dari segala penjuru.<br />
Agama itu hanyalah kecintaan, kebencian, dan kesetiaan, serta pelepasan diri dari setiap orang yang sesat dan berdosa.<br />
Tidak ada lagi orang yang beribadah berpegang teguh dengan millah putera Hasyim, Nabi yang berasal dari Mekkah.<br />
Sementara, kita tidak memandang apa yang menimpa dien dan memupus agama yang lurus ini sebagai suatu bencana.<br />
Kita sedih atas kelalaian kita dan memohon kepada Allah agar mengampuni dosa-dosa besar.<br />
Kita pun mengadukan kepada-Nya hati-hati yang telah membatu, dan ternista oleh berbagai maksiat.<br />
Bukankah bila kita kedatangan orang yang lalim yang berlumuran dengan noda-noda ahli syirik,<br />
kita pun bersenang hati menghaturkan salam penghormatan dan sanjungan, serta bersegera menyajikan hidangan.<br />
Rasululloh al-Ma’shum berlepas diri dari setiap Muslim yang menetap di negeri syirik tanpa melakukan pemutusan.<br />
Namun, akal kita hanya mencari kehidupan dunia<br />
mau menerima setiap ahli maksiat lagi pendosa.<br />
Jika yang demikian itu berlangsung pada zamannya, lalu bagaimana yang terjadi pada zaman sekarang ini? Kita memohon kepada Allah keselamatan bagi kita dan kaum muslimin di dunia dan di akhirat[11].</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Jalan yang benar adalah agama yang dibawa Muhammad </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu’alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">, sedangkan jalan yang sesat adalah agama Abu Jahal. Sementara ‘urwatul wutsqaa (ikatan yang paling kuat) adalah syahadat bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Allah. Syahadat yang mencakup nafi (peniadaan) dan itsbat (penegasan), menafikan segala macam ibadah selain kepada Allah, dan menegaskan bahwa segala macam ibadah –secara keseluruhan- hanya bagi Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.[12]</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Akhirnya, segala puji bagi Allah Rabbul ‘Alamin, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi kita, Muhammad </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>ShallAllahu’alaihi wa Sallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">, keluarganya, dan para shahabatnya.</span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radioyabis.com/dailyprogram/gitaislami/berlebih-lebihan-terhadap-kuburan-orang-orang-shalih/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Basmalah</title>
		<link>http://radioyabis.com/dailyprogram/gitaislami/keutamaan-basmalah</link>
		<comments>http://radioyabis.com/dailyprogram/gitaislami/keutamaan-basmalah#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 02:10:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[gitaislami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radioyabis.com/?p=3524</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, alhamdulillah wa shalaatu wassalaam ‘ala rasuulillah wa ‘ala aalihi wa man tabi’ahu bi ihsan ila yaumiddin. Seuntai kalimat yang sangat mulia, begitu mudah dilafalkan serta mendatangkan keberkahan. Dengan basmalah Allah Ta’ala membuka kitabnya yang mulia, dengan basmalah pula pembuka surat Nabi Sulaiman kepada Bilqis, dan dengan basmalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam membuka surat-suratnya kepada para raja untuk mengajak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>Bismillah, alhamdulillah wa shalaatu wassalaam ‘ala rasuulillah wa ‘ala aalihi wa man tabi’ahu bi ihsan ila yaumiddin.</em></span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Seuntai kalimat yang sangat mulia, begitu mudah dilafalkan serta mendatangkan keberkahan. Dengan basmalah Allah </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>Ta’ala</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> membuka kitabnya yang mulia, dengan basmalah pula pembuka surat Nabi Sulaiman kepada Bilqis, dan dengan basmalah Rasulullah </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>shalallahu ‘alaihi wasallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> membuka surat-suratnya kepada para raja untuk mengajak mereka melakukan penghambaan diri hanya kepada Allah </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>‘Azza wa Jalla</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">. Dengan membaca basmallah semoga Allah melimpahkan kepada kita keberkahnnya serta melindungi kita dari keburukan setan.<span id="more-3524"></span></span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Keutamaan Basmalah</span></span></span></p>
<ol>
<li><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Membacanya dapat membuat setan menjadi kecil</span></span></span></li>
</ol>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Imam Ahmad bin Hanbal dalam musnadnya meriwayatkan dari seseorang yang dibonceng oleh Nabi </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>shalallahu ‘alaihi wasallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">, ia berkata,</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>Tunggangan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tergelincir, maka aku katakan: ‘Celaka setan.’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Janganlah engkau mengucapkan ‘celakalah setan.’ Karena jika engkau mengucapkannya, maka ia akan membesar dan berkata: ‘dengan kekuatanku, aku jatuhkan dia.’ Jika engkau mengucapkan bismillah, maka ia akan menjadi kecil hingga seperti seekor lalat.’</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">”(HR. Ahmad, Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Ini merupakan berkah dari ucapan “</span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>Bismillah</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> “</span></span></span></p>
<ol start="2">
<li><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Disunnahkan membaca basmalah sebelum memulai pekerjaan.</span></span></span></li>
</ol>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Oleh karena itu disunnahkan membaca basmalah pada awal setiap ucapan maupun perbuatan. Disunnahkan juga membacanya pada awal khuthbah. Dan disunnahkan juga membaca basmalah sebelum masuk kamar mandi.</span></span></span></p>
<ol start="3">
<li><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Tidak sempurna wudhu sebelum membaca </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>basmalah</em></span></span></span></li>
</ol>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Berdasarkan hadist dalam musnad Imam Ahmad dan juga dalam kitab Sunan dari riwayat Abu Huraira, Sai’id bin Zaid dan Abu Sa’id </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>radhiyallahu ‘anhum</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">. Secara marfu’, Rasulullah</span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>shalallahu ‘alaihi wa sallam </em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">bersabda,</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>Tidak sah wudhu seseorang yang tidak menyebut nama Allah Ta’ala (mengucap basmalah)”</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, dan dishahihkan al-Albani)</span></span></span></p>
<ol start="4">
<li><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Membaca Basmalah sebelum jima’ kelak anaknya akan dijauhkan dari gangguan setan.</span></span></span></li>
</ol>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Berdasarkan hadist dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari Ibn ‘Abbas</span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>radhiyallahu ‘anhu</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">, bahwa Rasulullah </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>shalallahu ‘alaihi wa sallam </em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">bersabda,</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>Seandainya salah seorang dari kalian hendak mencampuri istrinya ia membaca : ‘Bismillah allahumma janibnasy syaithaana wa janibisy syaithaana maa razaqtanaa (dengan menyebut nama Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau anugrahkan kepada kami),’ maka jika Allah menaqdirkan lahirnya anak maka anak itu tidak akan diganggu oleh setan selamanya.”</em></span></span></span></p>
<ol start="5">
<li><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Menjauhkan rumah dari setan.</span></span></span></li>
</ol>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Dari Jabir </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>radhyallahu ‘anhu</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> berkata, saya mendengar Rasulullah </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>shalallahu ‘alaihi wasallam</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> bersabda,</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;">“<span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>Jika seseorang masuk kedalam rumahnya lalu ia menyebut asma Allah Ta’ala saat ia masuk dan saat ia makan, maka setan berkata kepada teman-temannya, ‘ tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan tidak ada makan malam.’ Dan jika ia masuk, tanpa menyebut asma Allah Ta’ala saat hendak masuk rumahnya berkatalah syaithan: ‘kalian mendapatkan tempat bermalam, dan apa bila dia tidak menyebut nama Allah ketika hendak makan,maka setan berkata : ‘ kalian mendapatkan tempat bermalam dan makan malam.’”</em></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"> (Muttafaqun ‘alaih)</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;">Demikian beberapa keutamaan Basmalah yang dapat kami sampaikan diantara keutamaannya yang banyak.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Arial Unicode MS,serif;"><span style="font-size: medium;"><em>Wa shallallahu ‘ala nabiyyina walhamdulillahi rabbil ‘aalamiin..</em></span></span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radioyabis.com/dailyprogram/gitaislami/keutamaan-basmalah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Revitalisasi Puskesmas Mulai Diberlakukan</title>
		<link>http://radioyabis.com/weeklyprogram/bersamamembangunbontang/revitalisasi-puskesmas-mulai-diberlakukan</link>
		<comments>http://radioyabis.com/weeklyprogram/bersamamembangunbontang/revitalisasi-puskesmas-mulai-diberlakukan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 08:18:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[bersamamembangunbontang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://radioyabis.com/?p=3519</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat Diimbau Segera Daftar Jamkesda BONTANG – Berbeda dari tahun – tahun  sebelumnya, terhitung mulai bulan Januari 2012 ini, Praktek Dokter Keluarga (PDK) yang telah ada selama ini akan dilebur menjadi satu tim dalam wadah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Dengan konsep yang baru ini, pelayanan pengobatan yang dulu difokuskan di Klinik PDK akan dapat diakses [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masyarakat Diimbau Segera Daftar Jamkesda</p>
<p>BONTANG – Berbeda dari tahun – tahun  sebelumnya, terhitung mulai bulan Januari 2012 ini, Praktek Dokter Keluarga (PDK) yang telah ada selama ini akan dilebur menjadi satu tim dalam wadah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Dengan konsep yang baru ini, pelayanan pengobatan yang dulu difokuskan di Klinik PDK akan dapat diakses masyarakat Kota Bontang di Puskesmas.<br />
Model pelayanan kesehatan yang diselenggarakan Puskesmas dengan konsep yang baru ini adalah Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM). Untuk pelayanan UPK ini meliputi pengobatan umum, pengobatan gigi, pelayanan kesehatan anak dan ibu hamil, pelayanan Keluarga Berencana (KB), penerbitan surat keterangan sehat serta laboratorium sederhana. Sedangkan untuk pelayanan UKM meliputi kegiatan promosi kesehatan, penanggulangan penyakit menular, posyandu balita dan usila, kesehatan lingkungan, kunjungan rumah, pelayanan kesehatan sekolah serta kegiatan pelayanan kesehatan lainnya.<span id="more-3519"></span></p>
<div id="attachment_3520" class="wp-caption aligncenter" style="width: 535px"><a href="http://radioyabis.com/wp-content/uploads/2012/01/puskesmas.jpg"><img class="size-full wp-image-3520" title="puskesmas" src="http://radioyabis.com/wp-content/uploads/2012/01/puskesmas.jpg" alt="" width="525" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">TINJAU PUSKESMAS. Wali Kota Bontang H Adi Darma (kiri) dan Wawali H Isro Umarghani serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang dr Indriati As’ad kemarin meninjau Puskesmas yang awal tahun ini kembali melayani pengobatan untuk masyarakat.</p></div>
<p>Selain pelayanan UPK dan UKM tersebut, Puskesmas juga memberikan pelayanan inovasi yang meliputi kelas ibu hamil dan ibu balita, hypnobirthing, klinik gizi dan klinik remaja. Puskesmas sendiri akan memberikan pelayanan di pagi hari, sore sampai malam hari. Untuk pagi hari, Puskesmas buka pukul 08.00 – 11.00 Wita. Sedangkan untuk pelayanan di sore hari akan dibuka pada pukul 16.00 – 20.00 Wita yang akan diselingi rehat untuk menjalankan ibadah Sholat Maghrib.<br />
Dengan revitalisasi ini, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan terjangkau. Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang dr Indriati As’ad MM saat mendampingi kunjungan ke Puskesmas Wali Kota Bontang H Adi Darma dan Wawali H Isro Umarghani Senin (2/1).<br />
“Dengan revitalisasi pelayanan kesehatan dasar yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota bersama Dinkes ini, diharapkan akan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh dan terjangkau bagi seluruh warga Kota Bontang. Bagi warga masyarakat yang belum mendaftar jamkesda, saya imbau untuk segera mendaftar menjadi peserta jamkesda. Syaratnya mudah, hanya dengan menyerahkan foto copy kartu keluarga (KK), KTP dan pas foto terbaru. Jika anda telah menjadi peserta jamkesda, maka anda bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal,” kata Indriati As’ad.<br />
Konsep pelayanan kesehatan Puskesmas yang baru ini lanjutnya dibagi menjadi 8 titik pelayanan yang ada di 3 kecamatan di Bontang, yaitu di Kecamatan Bontang Barat, Kecamatan Bontang Utara dan Kecamatan Bontang Selatan.<br />
Untuk di Kecamatan Bontang Barat disediakan 1 Puskesmas, yaitu Puskesmas Bontang Barat yang akan melayani pelayanan kesehatan di wilayah Kelurahan Belimbing, Kelurahaan Kanaan dan Kelurahan Telihan. Lokasi Puskesmas sendiri berada di Jalan Damai No 41 – 42 (ex Pusban Kanaan), depan Kantor Lurah Kanaan.<br />
Untuk di Kecamatan Bontang Utara disediakan 2 Puskesmas dan 2 Puskesmas Pembantu (Pustu). Dua puskesmas tadi yaitu, Puskesmas Bontang Utara I yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani RT 13 akan melayani Kelurahan Api – Api, Kelurahan Bontang Baru, Kelurahan Bontang Kuala dan Kelurahan Gunung Elai serta Puskesmas Bontang Utara II (ex puskesmas Bontang Utara lama) akan melayani Kelurahan Loktuan dan Kelurahan Guntung. Sedangkan 2 Pustu, yaitu Pustu Bontang Kuala yang berlokasi di Jalan Pierre Tendean RT 1 No 1 Kelurahan Bontang Kuala dan Pustu Guntung yang berlokasi di Jalan Tali Gantar RT 9 Kelurahan Guntung juga akan membantu memberikan pelayanan kesehatan bersama Puskesmas Induk.<br />
Untuk di Kecamatan Bontang Selatan disediakan 3 Puskesmas. Puskesmas Bontang Selatan I yang berlokasi di Jalan Cumi – cumi RT 1 No 8 akan melayani Kelurahan Satimpo, Kelurahan Tanjung Laut dan Kelurahan Tanjung Laut Indah. Puskesmas Bontang Selatan II yang berlokasi di Jl Hayam Wuruk RT 18 No 1 akan melayani Kelurahan Berbas Tengah dan Kelurahan Berbas Pantai. Sedangkan untuk Puskesmas Bontang Lestari yang berlokasi di Jalan Linmas 2 No 15 akan melayani masyarakat di wilayah Bontang Lestari.(Hms6)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://radioyabis.com/weeklyprogram/bersamamembangunbontang/revitalisasi-puskesmas-mulai-diberlakukan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

